• L O G I N

  • Arsip

  • it’s me

    ”image”/
  • New Avatar Was Born

    ”image”/
  • Spreadfirefox Affiliate Button
  • IP

EMPAT ISTRI

Suatu ketika ada seorang pedagang yang kaya raya, ia mempunyai 4 orang istri. Dia mencintai istri ke 4 nya dan menganugrahinya dengan harta dan kesenangan. sebab ia yang tercantik diantara semua istrinya.

Pria ini juga mencintai istri ke 3 nya. Ia selalu berusaha untuk memperkenalkan wanita cantik ini kebada teman – temannya. Namun ia sangat khawatir kalau kalau istrinya ini lari dengan pria lain.

Begitu juga dengan istri yang ke-2. Sang pedagang sangat menyukainya karena ia seorang istri yang sabar dan penuh pengertian. Kapan pun sang pedagang mendapat masalah, ia selalu minta pertimbangan pada istri yang ke 2 ini, yang selalu mendorong dan mendampingi sang pedagang melewati masa – masa sulit dalam hidupnya.

Sama halnya dengan istri yang pertama. Ia adalah pasangan yang sangat setia dan selalu membawa perbaikan bagi kehidupan keluarganya. Wanita ini yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan bisnis sang suami.Akan tetapi sang pedagang kurang mencintainya, meski istri pertamanya ini begitu sayang kepadanya.

Suatu hari sang pedagang sakit dan menyadari bahwa ia akan segere meninggal dunia. Ia meresapi semua kehidupan indahnya dan berkata dalam hati, ” Saat ini saya punya 4 istri. Namun saat saya meninggal, saya pun sendiri …. Betapa menyedihkan”.

Lalu pedagang itu memanggil semua istrinya dan bertanya kepada istri – istrinya. Mulailah pada istri yang ke – 4, ” Engkau adalah yang paling ku cintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan indah, nah, sekarang saya akan mati. Maukah kamu mendampingi dan menemaniku?” Istri ke – 4 terdiam … Tentu saja tidak !!! Jawab istri ke – 4 dan pergi begitu saja tanpa berkata apa – apa lagi. Jawaban ini sangat menyakiti hati. Seakan – akan ada pisau yang mengiris – iris hatinya.

Pedagang itu sedih lalu bertanya pada istri ke – 3. “Akupun mencintaimu sepenuh hati dan saat ini hidupku akan berakhir. Maukah kau ikut denganku dan menemani akhir hayatku?” Istrinya menjawab, “Hidup begitu indah disini, aku berencana menikah lagi jika kau mati”. Bagai tersambar petir disiang hari, sang pedagang sangat terpukul dengan jawaban tersebut. Badannya mendadak lemas.

Kemudian ia memamnggil istri ke – 2. “Aku selalu berpaling kepadamu setiap aku mendapatkan masalah dan kau selalu membantuku sepenuh hati. Kini aku butuh sekali bantuanmu. Kalau aku mati, maukah engkau mendampingiku?” Tetapi sang istri menjawab “Maafkan aku, kali ini aku tidak bisa menolongmu. Aku hanya bisa mengantarmu hingga keliang kubur. Nanti akan kubuatkan makam yang indah untukmu:.

Pedagang ini merasa putusasa. Dalam kondisi kecewa seperti itu, tiba – tiba terdengar suara suara “aku akan tinggal bersamamu dan menemanimu kemanapun engkau pergi. Aku tidak akan meninggalkan mu, aku akan setia bersamamu”. Pedagang itu menoleh ke arah suara tersebut, dan melihat istri pertamanya disana. Ia tampak begitu kurus. Badannya seperti orang yang kelaparan. Merasa menyesal, lalu sang pedagang berkata “Kalau saja saya bisa merawatmu lebih baik saat saya mampu, tak akan kubiarkan engkau kurus seperti ini, istriku”.

## ## ## ##

Sesungguhnya kita memiliki 4 istri dalam hidup ini

Istri ke-4 adalah tubuh kita. Seberapa banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah. Semua ini akan hilang dalam suatu batas waktu dan ruang. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap kepadaNya.

Istri ke-3 adalah Status sosial dan kekayaan. Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lainnya. Mereka akan berpindah dan melupakan kita yang pernah memilikinya. Setinggi apapun kedudukan kita dalam masyarakat dan sebanyak apapun harta kita, semua itu akan berpindah tangan dalam waktu sekejap ketika kita maninggal.

Sedangkan istri ke-2 adalah Kerabat dan Teman. Seberapa pun dekat hubungan kita dengan mereka, kita tidak akan bisa terus bersama mereka. Hanya sampai liang kuburlah mereka menemani kita.

Dan sesungguhnya istri PERTAMA kita adalah Jiwa dan Amal kita.Sebenarnya hanya jiwa dan amal kita lah yang akan mampu untuk terus setia mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal kita lah yang mampu menolong kita diakhirat kelak.

Bisa jadi amal – amal kita yang kecil, meski hanya memberi sedikit sedekah kepada fakir miskin, itu akan menjadi teman setia kita di akhirat sana, semakin banyak kita beramal, makaakan semakin cantik dan harum teman kita disana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: