• L O G I N

  • Arsip

  • it’s me

    ”image”/
  • New Avatar Was Born

    ”image”/
  • Spreadfirefox Affiliate Button
  • IP

My Lovely Child

Anak saya baru berumur 2 bulan, iya, lagi lucu – lucunya, apalagi waktu dia berusaha untuk tengkurap, dia menggunakan segenap tenaganya, dan saat berhasil, tersirat senyum kemenangan diwajahnya, senang rasanya, tapi terkadang dia gagal untuk melakukannya, terkadang tangan yang satu terhimpit dibawah badannya, dan dia tidak bisa tengkurap dengan sempurna, akhirnya, menangis :(( dan saat saya membantu membetulkan posisinya, dia tertawa …🙂

Pernah gak terpikir, betapa lucunya tingkah anak – anak itu, walau memang, iya terkadang merepotkan, terkadang memerlukan biaya, tapi bener gak, kalo semua itu bisa terbayar dengan melihat tingkah lucu mereka.

Saya merasa bahwa buah hati saya adalah obat dari rasa capek saya, saat dikantor, kerjaan menumpuk, terasa jenuh, apalagi ditambah pegal – pegal di badan karena terlalu lama duduk, belum lagi ditambah dengan kemacetan, polusi dan lain sebagainya saat pulang menuju rumah. dan setibanya dirumah, rasa penat itu hilang saat melihat tingkah laku anak saya. Lupa akan perjalanan jauh yang melelahkan tadi.

Tapi yang tak habis pikir, kenapa masih banyak orang yang tega membuang anaknya, bahkan (maaf), membunuhnya, hanya karena takut dianggap aib oleh orang lain karena hamil diluar nikah dan tidak ada bapaknya, atau karena alasan takut tidak bisa membiayai hidupnya nanti. saya rasa itu adalah alasan yang tidak masuk akal.

Bukankah lebih masuk akal, jika kita menyesali kejadian tersebut dengan merawat anak kita sepenuh hati, dan mendidiknya dengan layak, agar kelak tidak mengulangi perbuatan buruk kita, atau jika merasa tidak mampu membiayai, mungkin kita bisa mencari orang tua asuh.

Banyak orang yang tidak bisa mempunyai keturunan karena sesuatu hal, tapi dia sangat menginginkan seorang anak, jika kita menitipkan anak kita kepadanya, menjadikan mereka orang tua asuh bagi anak kita, bukankah lebih menguntungkan bagi semuanya? Bagi orang tua asuh, dia merasa senang memiliki momongan, bagi sang anak, dia sudah pasti mendapatkan kasih sayang dan penghidupan yang layak, dan bagi sang orang tua, hmmm .. dia bisa berjumpa dan mengasuh anaknya sendiri.

Sayangilah anak mu seperti orang tua mu menyayangi mu

Sayangilah anak mu seperti harapan kamu akan orang tuamu

3 Tanggapan

  1. hwe… hwe… hwe…
    gitu toh…
    kalo gw mah belom punya anak… bini aja belon…

    mas, kaga bikin avatar??

  2. Apalagi kalo sampeyan mulai mengikuti perkembangan anak, bagaimana dia mulai berjalan, mulai bicara, mulai bertanya, mulai rewel…waduh nikmat sekali !!!
    Nanti kalo anak sudah umur 4 tahun, pasti sampeyan pengen nambah anak lagi…anak perempuan dan laki laki beda lho ! anak saya yg cowok gak pernah merangkak, langsung berdiri !, kalo yang cewek wahhh jago mbrangkang,…cepet banget..

    Sekarang aja pengen nambah lagi tapi istri nggak setuju kekekekekek….

    Selamat dengan putra barunya…

  3. he he he, thx ya .. bener, emang seneng banget ngikutin perkembangan anak, apa lagi kalo dia melakukan hal – hal baru .. nanti kalo dah gede, baru buat ade nya deh ..😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: